Menjemput Rida Ilahi Lewat "Bismillah": Amanat Inspiratif Ustadzah Novi dalam Upacara Senin di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim
SIJUNJUNG, Senin, 30 Maret 2026 — Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, Dalam upacara bendera perdana pasca-libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H tersebut, seluruh santri jenjang SD dan SMP beserta dewan guru berkumpul untuk mengikuti prosesi mingguan yang menjadi bagian integral dari penguatan karakter di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM).
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustadzah Novi memberikan amanat yang menyentuh aspek paling fundamental dalam kehidupan seorang muslim. Beliau menekankan pentingnya membiasakan diri mengucapkan kalimat Tayyibah "Bismillah" sebelum memulai aktivitas apa pun, sebagai kunci utama dalam meraih keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Dalam amanatnya yang disampaikan dengan penuh ketegasan namun menyejukkan, Ustadzah Novi menjelaskan bahwa mengucapkan "Bismillah" bukan sekadar rutinitas lisan yang bersifat mekanis. Lebih dari itu, kalimat ini merupakan bentuk pengakuan tulus seorang hamba akan ketergantungan mutlaknya kepada Sang Pencipta.
"Anak-anakku sekalian, jangan pernah meremehkan satu kalimat pendek ini. Dengan mengucap 'Bismillah', kita sedang mengundang pertolongan Allah ke dalam setiap helai pekerjaan kita. Baik itu saat membuka buku untuk belajar, saat hendak makan di kantin, maupun saat melangkah keluar dari gerbang sekolah. Kalimat ini adalah 'kunci' yang membuka pintu-pintu kemudahan di langit dan di bumi," ujar Ustadzah Novi di hadapan ratusan santri yang menyimak dengan saksama.
Beliau juga mengutip kaidah penting bahwa setiap perbuatan baik yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah akan terputus dari keberkahan (abtar). Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas duniawi yang kering dari nilai-nilai ukhrawi.
Pesan yang disampaikan Ustadzah Novi ini merupakan pengejawantahan langsung dari visi besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung. Sebagai lembaga yang mendedikasikan diri pada pembentukan karakter, YPCM berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.
Pihak yayasan meyakini bahwa karakter agung (akhlak) tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten (istiqomah). Kebiasaan mengucap "Bismillah" adalah langkah awal dalam membangun kesadaran bertauhid pada diri santri sejak dini. YPCM ingin memastikan bahwa ekosistem sekolah benar-benar menjadi tempat di mana nilai-nilai Islam dipraktikkan secara nyata, bukan sekadar teori yang tertulis di dalam buku teks.
"Kami di yayasan sangat mendukung penguatan karakter berbasis zikir harian seperti ini. Upacara Senin di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim bukan hanya soal kedisiplinan baris-berbaris, melainkan sarana taushiyah untuk menyegarkan kembali komitmen kita sebagai hamba Allah dalam setiap langkah pendidikan," ungkap salah satu pengurus yayasan di sela-sela upacara.
Pasca-upacara, pesan Ustadzah Novi tersebut langsung diimplementasikan dalam berbagai aktivitas sekolah. Para guru di jenjang SD dan SMP mulai membiasakan santri untuk melafalkan basmalah secara serentak sebelum memulai pelajaran di kelas. Bahkan, para staf kantin yayasan yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan adab, turut diingatkan untuk menyertakan asma Allah dalam setiap proses pelayanan kepada santri.
Respons para santri pun tampak sangat positif. Kedisiplinan adab yang telah menjadi ciri khas Sekolah Akhlak Cendekia Muslim semakin diperkuat dengan kesadaran spiritual ini. Dengan memulai setiap hal dengan "Bismillah", diharapkan muncul generasi yang selalu menyertakan Allah dalam setiap rencana hidupnya, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, jujur, dan penuh integritas.
Melalui amanat ini, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung berharap identitas santri sebagai muslim yang taat semakin mengakar kuat. Upacara Senin ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim diberikan kekuatan untuk terus istiqomah dalam jalan kebaikan.
Dengan "Bismillah" sebagai napas dalam setiap aktivitas, YPCM Sijunjung optimis dapat melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas memimpin dunia, tetapi juga senantiasa mengharap rida Ilahi dalam setiap langkah kakinya.