Membangun Peradaban dari Kelas hingga Kantin: Ustadzah Novi Bedah Urgensi Adab bagi Pendidik dan Staf Yayasan Cendekia Muslim Sijunjung

Membangun Peradaban dari Kelas hingga Kantin: Ustadzah Novi Bedah Urgensi Adab bagi Pendidik dan Staf Yayasan Cendekia Muslim Sijunjung

SIJUNJUNG, Pendidikan karakter bukanlah sebuah slogan semata bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya agenda pembekalan khusus bertajuk "Internalisasi Adab dalam Ekosistem Sekolah" yang dilaksanakan pada Sabtu (28/3/2026). Bertempat di kompleks sekolah, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran guru Sekolah Akhlak Cendekia Muslim dan, yang menarik, melibatkan seluruh staf kantin yayasan.

Langkah YPCM melibatkan staf kantin dalam pelatihan adab ini merupakan strategi brilian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik. Yayasan menyadari bahwa setiap sudut sekolah adalah ruang belajar, dan setiap individu yang berinteraksi dengan siswa adalah seorang pendidik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pembekalan hari ini menghadirkan Ustadzah Novi, seorang pakar etika dan pendidikan Islam, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparan awalnya, Ustadzah Novi menekankan prinsip fundamental dalam tradisi keilmuan Islam: Al-Adabu Fauqal ’Ilmi—adab berada di atas ilmu. Beliau mengingatkan bahwa setinggi apa pun prestasi akademik seorang siswa, nilainya akan sirna jika tidak dibarengi dengan keluhuran budi pekerti.

"Guru di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim tidak boleh hanya mahir mentransfer materi pelajaran. Mereka harus menjadi personifikasi dari adab itu sendiri. Siswa tidak hanya mendengarkan apa yang kita ajarkan, tapi mereka melihat bagaimana kita bersikap, berbicara, dan memperlakukan sesama," tegas Ustadzah Novi di hadapan puluhan peserta yang menyimak dengan saksama.

Pelibatan staf kantin dalam pembekalan ini menjadi sorotan utama. Ustadzah Novi memberikan porsi bahasan khusus mengenai etika pelayanan di kantin. Menurutnya, kantin adalah laboratorium nyata di mana siswa mempraktikkan adab makan, adab mengantre, dan adab berinteraksi sosial secara santai namun penuh makna.           

Kepada staf kantin, Ustadzah Novi menekankan pentingnya melayani dengan ketulusan dan kesantunan. "Saat staf kantin menyajikan makanan dengan senyuman dan tutur kata yang baik, mereka sedang mengajarkan adab thayyib (kebaikan) kepada siswa. Kantin harus menjadi tempat di mana siswa merasa dihargai dan melihat praktik kejujuran serta kebersihan sebagai bagian dari iman," jelas beliau.

Instruksi praktis seperti cara menegur siswa yang tidak tertib dengan bahasa yang mendidik, serta menjaga kehalalan dan kebersihan proses penyajian makanan, menjadi materi yang sangat diapresiasi oleh para staf kantin YPCM.

Pihak Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung menyatakan bahwa konsistensi adalah kunci dalam pendidikan akhlak. Ketidaksinkronan antara apa yang diajarkan guru di kelas dengan apa yang dilihat siswa di kantin atau lapangan akan membingungkan perkembangan karakter anak. Oleh karena itu, YPCM bertekad menciptakan "Semesta Adab" di lingkungan sekolah.

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah perilaku yang tidak beradab di sekolah ini. Jika guru mengajarkan kesantunan, maka staf kantin, petugas keamanan, hingga pimpinan yayasan pun harus menunjukkan kesantunan yang sama. Inilah esensi dari ekosistem Sekolah Akhlak," ujar perwakilan manajemen yayasan.

Para guru KB, TK, SD dan SMP Sekolah Akhlak Cendekia Muslim tampak antusias dalam sesi tanya jawab, mendalami cara menghadapi tantangan adab siswa di era media sosial. Di sisi lain, para staf kantin merasa sangat diberdayakan. Mereka menyadari bahwa peran mereka bukan sekadar penyedia makanan, melainkan bagian dari tim besar pembentuk karakter generasi masa depan Sijunjung.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan penyusunan komitmen bersama. Guru berjanji untuk lebih disiplin dalam adab waktu dan lisan, sementara staf kantin berkomitmen untuk meningkatkan standar pelayanan yang berbasis pada nilai-nilai keramahan islami.     

Melalui pembekalan yang disampaikan oleh Ustadzah Novi ini, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung kembali membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga unggul dalam martabat dan beradab dalam setiap langkah kehidupan.