Mengetuk Pintu Langit di Hari Sayyidul Ayyam: Tradisi Zikir Pagi Jumat Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung sebagai Fondasi Spiritual Pendidik

Mengetuk Pintu Langit di Hari Sayyidul Ayyam: Tradisi Zikir Pagi Jumat Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung sebagai Fondasi Spiritual Pendidik

SIJUNJUNG, Di tengah hiruk-pikuk tuntutan dunia pendidikan modern, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memilih untuk tetap berpijak pada kekuatan spiritual sebagai motor penggerak utamanya. Pada Jumat pagi (27/3/2026), suasana di kompleks sekolah tampak tenang dan bersahaja. Sebelum deru mesin kendaraan dan keriuhan siswa memenuhi sekolah, seluruh staf dan guru telah berkumpul, bersimpuh khidmat di Mushola Yayasan untuk melaksanakan rutinitas zikir pagi berjamaah.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat—hari yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari—ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Ia adalah manifestasi dari visi besar "Sekolah Akhlak" yang diusung oleh yayasan, di mana pembenahan karakter dimulai dari para pendidiknya sendiri melalui pendekatan zikir dan doa.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB, saat sinar matahari pagi mulai masuk melalui celah-celah jendela mushola. Puluhan guru dari jenjang KB, TK, SD dan SMP, serta staf administrasi yayasan, duduk melingkar dalam barisan yang rapi. Lantunan kalimat-kalimat thayyibah, tahmid, tasbih, dan pembacaan Asmaul Husna mengalun lembut, memecah keheningan pagi di Sijunjung.

Pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa zikir pagi ini adalah instrumen untuk menyucikan niat (tashfiyatun niyah). Beliau menekankan bahwa tugas seorang guru di Sekolah Akhlak sangatlah berat, karena mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan nilai-nilai ketuhanan (transfer of value).

 

"Zikir pagi ini adalah momen bagi kita untuk berhenti sejenak dari urusan duniawi. Kita ingin para guru masuk ke ruang kelas dengan hati yang jernih. Jika hati gurunya tenang karena telah berzikir, maka energi positif itu akan terpancar kepada para siswa. Inilah rahasia mendidik dengan hati," ungkap perwakilan yayasan tersebut.

 

Selain dimensi vertikal sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, kegiatan rutin ini memiliki dampak horizontal yang sangat signifikan bagi soliditas organisasi. Di dalam mushola, tidak ada sekat antara pimpinan, guru senior, maupun staf pendukung. Semua duduk sama rendah, melantunkan doa yang sama, dan mengamini harapan yang serupa.

Tradisi ini terbukti efektif sebagai sarana rekonsiliasi batin. Jika selama sepekan terdapat perbedaan pendapat atau ketegangan dalam pekerjaan, momen zikir bersama ini menjadi penawar yang ampuh. Suasana spiritual yang dibangun setiap Jumat pagi ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antar-staf, membangun rasa saling percaya, dan mempererat tali silaturahmi yang tulus. 

Salah seorang staf administrasi menuturkan bahwa zikir pagi Jumat adalah "suplemen" mental baginya.

 

"Bekerja di lembaga pendidikan membutuhkan kesabaran ekstra. Dengan zikir pagi bersama rekan-rekan, rasanya beban kerja selama seminggu ini terangkat. Kami merasa diingatkan kembali bahwa setiap peluh yang keluar dalam melayani pendidikan adalah bagian dari ladang amal," tuturnya dengan penuh keyakinan.

 

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menyadari bahwa konsistensi (istiqomah) adalah kunci utama. Oleh karena itu, rutinitas ini dijaga dengan sangat disiplin. Bahkan di tengah agenda pelatihan atau kesibukan ujian, zikir pagi Jumat tetap menjadi prioritas yang tidak boleh ditinggalkan.

Dengan terjaganya rutinitas ini, YPCM Sijunjung berharap dapat menciptakan ekosistem sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga diliputi keberkahan. Pihak yayasan meyakini bahwa kecerdasan intelektual siswa akan tumbuh maksimal jika dibimbing oleh guru-guru yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik.

Kegiatan zikir pagi diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan dunia pendidikan Islam, serta keberkahan bagi seluruh orang tua siswa yang telah mengamanahkan anak-anak mereka di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim.