Akselerasi Mutu Pendidik: Ustadz Ramadhan Fitria Pimpin Transformasi Administrasi dan Inovasi Media Pembelajaran di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim

Akselerasi Mutu Pendidik: Ustadz Ramadhan Fitria Pimpin Transformasi Administrasi dan Inovasi Media Pembelajaran di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim

SIJUNJUNG, — Menghadapi tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks di era digital, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim mengambil langkah proaktif dengan menggelar pelatihan intensif bagi seluruh tenaga pendidiknya. Pada Kamis (26/3/2026), puluhan guru dari jenjang SD dan SMP Sekolah Akhlak Cendekia Muslim berkumpul untuk mengikuti pelatihan bertajuk "Administrasi dan Media Pembelajaran".

Kegiatan yang berlangsung di aula utama sekolah ini menjadi istimewa karena dipandu dan dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi yayasan, Ustadz DR. (H.C) Ramadhan Fitria, S. Pd., S. H., M. Pd., M.M. Sebagai sosok yang memiliki latar belakang keilmuan multidisiplin—mulai dari pendidikan, hukum, hingga manajemen—beliau turun tangan langsung sebagai pemateri tunggal guna memastikan standarisasi kualitas guru berada pada level tertinggi.

Dalam sesi pertama yang berlangsung khidmat, Ustadz Ramadhan Fitria membedah secara mendalam mengenai urgensi administrasi keguruan. Beliau menekankan bahwa administrasi bukanlah beban birokrasi, melainkan instrumen akuntabilitas seorang pendidik kepada Tuhan, yayasan, wali murid, dan negara.    

"Seorang guru di Sekolah Akhlak tidak boleh hanya pandai mengajar di depan kelas, tetapi harus memiliki perencanaan yang terukur. Administrasi yang rapi—mulai dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), hingga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)—adalah bukti bahwa proses pendidikan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar kebetulan," tegas Ustadz Ramadhan di depan para peserta.

Beliau juga memperkenalkan sistem administrasi digital yang terintegrasi, yang memungkinkan setiap guru memantau perkembangan kurikulum secara real-time. Hal ini bertujuan agar koordinasi antara jenjang SD dan SMP dapat berjalan selaras, menciptakan kesinambungan pendidikan karakter yang berkelanjutan bagi siswa.

Memasuki sesi kedua, suasana pelatihan menjadi lebih dinamis saat membahas "Media Pembelajaran". Ustadz Ramadhan Fitria menantang para guru untuk keluar dari zona nyaman metode ceramah konvensional. Beliau memaparkan bahwa media pembelajaran adalah "jembatan emas" yang menghubungkan materi pelajaran dengan antusiasme siswa.

 

Sebagai pemateri, beliau mendemonstrasikan bagaimana teknologi digital dan alat peraga kreatif dapat digunakan untuk menyederhanakan konsep-konsep sulit. Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya menyisipkan nilai-nilai akhlak dalam setiap media yang digunakan.

 

"Di era Generasi Alpha ini, guru harus lebih kreatif dari muridnya. Media pembelajaran kita harus visual, interaktif, dan yang paling penting, harus memiliki ruh akhlak. Jika kita mengajarkan sains, gunakan media yang membuat siswa semakin mengagumi kebesaran Allah SWT," jelas sosok yang akrab disapa Ustadz Ramadhan tersebut.

 

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoretis. Para guru SD dan SMP dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja untuk langsung mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran dan merancang purwarupa media instruksional. Ustadz Ramadhan Fitria berkeliling ke setiap kelompok, memberikan bimbingan langsung, serta melakukan koreksi detail terhadap draf yang dibuat oleh para guru.

Interaksi dua arah ini menciptakan atmosfer belajar yang produktif. Para guru senior tampak berdiskusi hangat dengan guru-guru muda mengenai integrasi teknologi dalam kelas, sementara pimpinan yayasan memberikan solusi dari sudut pandang manajerial dan pedagogik.

Pelatihan yang berlangsung maraton ini merupakan bagian dari visi besar Ustadz Ramadhan Fitria untuk menjadikan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim sebagai center of excellence di Kabupaten Sijunjung. Beliau meyakini bahwa kunci utama kebangkitan umat adalah melalui guru yang memiliki kompetensi paripurna: mahir secara administratif, inovatif secara metodologis, dan mulia secara karakter.

Kepala Sekolah SD dan SMP yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa kehadiran pimpinan yayasan sebagai pemateri memberikan motivasi ganda bagi para staf. Mereka merasa didukung sepenuhnya dalam upaya peningkatan kualitas diri.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh guru untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang akan dimulai pada pekan depan. Dengan administrasi yang tertib dan media yang inovatif, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim siap melangkah lebih jauh dalam mencetak generasi muslim yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah.