Pengumuman Jadwal Libur Ramadan dan Masuk Kembali Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim
Sekolah Akhlak Cendekia Muslim umumkan jadwal libur Ramadan. Sijunjung, 16 Maret 2026 — Dalam rangka memberikan kesempatan kepada para santri untuk lebih fokus menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan serta merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menetapkan jadwal libur bagi seluruh santri.
Masa libur tersebut telah dimulai sejak 13 Maret 2026, dan para santri dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026 setelah perayaan Hari Raya Idulfitri. Selama masa libur ini, para santri diharapkan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga.
Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Oleh karena itu, sekolah memberikan kesempatan kepada para santri untuk menjalani bulan suci ini dengan lebih khusyuk di lingkungan keluarga dan masyarakat. Libur Ramadan diberikan dengan tujuan agar para santri dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih fokus dan khusyuk.
Selama masa libur Ramadan dan Idulfitri, para santri dianjurkan untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, antara lain: membaca dan mempelajari Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih dan ibadah lainnya, memperbanyak doa dan dzikir, membantu orang tua di rumah, serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat. Dengan mengisi waktu libur dengan kegiatan positif, para santri dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri.
Masa libur Ramadan dan Idulfitri yang diberikan oleh Sekolah Akhlak Cendekia Muslim bukan hanya sekadar waktu untuk beristirahat dari aktivitas belajar di sekolah. Lebih dari itu, masa libur ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperdalam nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari di sekolah serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, Idulfitri menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan silaturahmi.