Pendekar Berhati Mulia: Menakar Filosofi dan Ketangkasan Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim dalam Ekstrakurikuler Pencak Silat

Pendekar Berhati Mulia: Menakar Filosofi dan Ketangkasan Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim dalam Ekstrakurikuler Pencak Silat

SIJUNJUNG, Semangat pelestarian budaya dan penguatan fisik terpancar nyata di kompleks Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, pada Sabtu (11/4/2026). Di tengah beragamnya pilihan pengembangan minat dan bakat, ekstrakurikuler Pencak Silat muncul sebagai salah satu pilihan primadona bagi para santri yang ingin mengasah ketangkasan fisik sekaligus memperkuat jati diri sebagai generasi muslim yang tangguh dan berwibawa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pengembangan diri yang dirancang oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM). Yayasan meyakini bahwa pendidikan yang paripurna tidak hanya terjadi di balik meja kelas, tetapi juga melalui olah raga dan olah rasa di lapangan. Pencak Silat dipilih bukan sekadar sebagai seni bela diri, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menanamkan disiplin, kepercayaan diri, dan rasa cinta terhadap warisan budaya nusantara.

Dalam sesi latihan yang berlangsung intensif di bawah terik matahari pagi yang menyehatkan, para santri dari jenjang SD dan SMP tampak antusias mengikuti instruksi dari para pelatih. Mereka diajarkan berbagai teknik dasar, mulai dari penguatan kuda-kuda, pola langkah yang lincah, hingga penguasaan jurus-jurus bela diri praktis. Namun, di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, setiap gerak fisik selalu dibarengi dengan pemaknaan filosofis yang mendalam.

Para instruktur menekankan bahwa Pencak Silat adalah seni bela diri, bukan seni untuk mencari musuh. Setiap jurus yang dipelajari harus berlandaskan pada prinsip kerendahan hati (tawadhu). Hal ini sangat selaras dengan visi yayasan yang ingin mencetak "Pendekar Berhati Mulia"—individu yang kuat secara fisik namun tetap lembut dalam bertutur kata dan santun dalam berperilaku.

"Di sini, kami tidak hanya melatih otot, tetapi juga melatih mental. Santri diajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan mengendalikan diri. Kami ingin mereka menjadi jawara yang mampu melindungi yang lemah dan selalu menjunjung tinggi adab di atas segalanya," ujar salah seorang pelatih pencak silat saat ditemui di sela-sela latihan.

Pihak Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat santri melalui ekstrakurikuler pilihan ini. Yayasan menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan potensi yang berbeda, dan Pencak Silat menjadi wadah yang tepat bagi mereka yang memiliki kecenderungan motorik yang aktif.

YPCM berkomitmen menyediakan fasilitas latihan yang aman serta mendatangkan pelatih-pelatih yang tidak hanya ahli dalam teknik bela diri, tetapi juga memahami cara mendidik karakter anak sesuai nilai-nilai Islam. Dukungan ini merupakan bagian dari visi besar yayasan untuk menghadirkan pendidikan holistik yang menyentuh aspek fisik, intelektual, dan spiritual secara seimbang.

 

"Kami di Yayasan Cendekia Muslim ingin melahirkan generasi yang mandiri dan berani membela kebenaran. Pencak Silat adalah identitas bangsa kita. Dengan mempelajari silat, para santri belajar tentang sejarah, ketangkasan, dan kedisiplinan yang semuanya dibungkus dalam bingkai akhlakul karimah. Kami ingin mereka bangga dengan identitas muslim Indonesia yang kuat," ungkap perwakilan manajemen yayasan saat memantau jalannya ekstrakurikuler.

 

Para pendidik mencatat bahwa santri yang aktif mengikuti ekstrakurikuler Pencak Silat cenderung memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dalam aktivitas akademik. Latihan fisik yang rutin terbukti mampu meningkatkan fokus, daya tahan tubuh, dan kesehatan mental santri. Di tengah gempuran gaya hidup digital yang cenderung pasif (sedentary lifestyle), Pencak Silat menjadi solusi efektif untuk menjaga kebugaran santri.

Melalui ekstrakurikuler pilihan Pencak Silat ini, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung berharap dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu membawa nama harum sekolah di berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Namun, di atas prestasi medali, harapan utama yayasan adalah lahirnya pribadi-pribadi muslim yang tangguh, berani, dan senantiasa menggunakan kekuatannya untuk kemaslahatan umat.

Dengan bimbingan yang tepat dan dukungan visi yang kuat dari Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, diharapkan para santri ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memiliki "tenaga" untuk membangun bangsa dan "hati" untuk selalu mencintai sesama.