Menanamkan Akhlak Mulia Lewat Upacara: Pesan 3 Kata Ajaib di Pendidikan Cendekia Muslim
Pada Senin, 9 Februari 2026, seluruh santri dan stakeholder Pendidikan Cendekia Muslim melaksanakan kegiatan upacara bendera di lapangan sekolah, Sijunjung, Sumatera Barat. Pembina upacara, Ustadzah Miftahul Rahmi, menekankan pentingnya menggunakan tiga kata ajaib: tolong, terima kasih, dan maaf dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan karakter dan akhlak mulia kepada santri, khususnya dalam membangun kebiasaan sopan santun.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Ustadzah Miftahul Rahmi menjelaskan bahwa tiga kata sederhana tersebut merupakan dasar adab dalam berinteraksi. Santri diajak memahami makna dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah. Dengan memulai dari hal kecil, diharapkan santri dapat menjadi pribadi yang beradab dan memiliki akhlak baik.
Menurut Ustadzah Miftahul Rahmi, "Akhlak baik dimulai dari hal kecil. Membiasakan berkata tolong saat meminta, terima kasih saat menerima, dan maaf saat berbuat salah adalah latihan sederhana untuk menjadi pribadi yang beradab."
Dengan demikian, diharapkan kebiasaan menggunakan tiga kata ajaib tersebut menjadi bagian dari akhlak yang melekat dalam kehidupan sehari-hari santri.
Melalui kegiatan upacara bendera ini, Pendidikan Cendekia Muslim tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter santun pada santri. Dengan mempraktikkan tiga kata ajaib tersebut, santri diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih beradab dan memiliki akhlak mulia. Dengan demikian, Pendidikan Cendekia Muslim berkontribusi pada pembentukan karakter bangsa yang lebih baik.