Di Tengah Suasana Puasa Ramadan Ke-12, Santri Tetap Teguh dan Produktif
Ramadan Hari ke-12: Momentum Penting Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Sijunjung, Senin, 2 Maret 2026. Hari ke-12 Ramadan telah tiba, dan bagi santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, ini adalah momentum penting untuk memperkuat niat dan menjaga semangat dalam beribadah serta belajar. Pertengahan Ramadan bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga waktu untuk memperkuat konsistensi dan istiqamah dalam beribadah.
Di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, para santri tetap hadir di sekolah dengan wajah cerah dan semangat yang tak surut. Puasa bukan menjadi penghalang, melainkan latihan kesabaran dan kedisiplinan. Santri memulai hari dengan sahur bersama keluarga, kemudian datang ke sekolah dengan niat belajar sebagai bagian dari ibadah. Sebelum pelajaran dimulai, mereka membaca doa dan beberapa ayat Al-Qur’an.
Menurut pengamatan, para ustadz dan ustadzah turut menjadi teladan, membimbing serta memotivasi agar santri tetap menjaga kualitas ibadah dan akhlaknya. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua juga menjadi kekuatan dalam membentuk kebiasaan baik selama Ramadan. Di setiap sudut sekolah, suasana Ramadan terasa, dari ruang kelas saat tadarus berlangsung, hingga di halaman sekolah saat santri bercengkerama dengan tetap menjaga adab.
Hari ke-12 Ramadan mengajarkan satu hal penting: konsistensi lebih berharga daripada semangat sesaat. Ramadan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketahanan hati. Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menjadikan bulan suci ini sebagai ruang pembinaan akhlak dan spiritualitas. Bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara iman. Semoga di hari ke-12 ini, para santri semakin teguh menjaga puasa, semakin rajin dalam belajar, dan semakin lembut dalam berakhlak. Karena Ramadan bukan sekadar dijalani, tetapi harus dimaknai dan dituntaskan dengan kemenangan.