Kreativitas Terbang Tinggi, Santri TK B Mekkah Belajar Transportasi Udara Melalui Pesawat Kertas
Santri TK B Mekkah Akhlak Cendekia Muslim belajar transportasi udara dengan kreatif. Pada Kamis, 12 Februari 2026, di ruang kelas TK B Mekkah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, kegiatan pembelajaran tentang transportasi udara dilakukan dengan metode yang menyenangkan. Seluruh santri bersama ustadzah pendamping mengikuti proses pembelajaran dan praktik pembuatan karya. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep transportasi udara sejak dini sekaligus melatih kreativitas, motorik halus, dan keberanian anak dalam mengekspresikan pilihan warna favoritnya.
Sebelum memulai kegiatan, ustadzah menjelaskan mengenai transportasi udara, seperti pesawat dan kendaraan yang dapat terbang di langit. Setelah memahami materi, santri diberikan kertas kosong untuk diwarnai sesuai warna favorit masing-masing. Mereka bebas berkreasi memilih warna sehingga muncul berbagai kombinasi warna yang unik dan menarik. Kegiatan ini membantu anak memahami materi dengan lebih mudah karena mereka terlibat langsung dalam proses belajar.
Setelah selesai mewarnai, kertas tersebut kemudian dibentuk menjadi pesawat kertas dengan bimbingan ustadzah. Santri mengikuti langkah-langkah melipat secara perlahan hingga terbentuk pesawat. Kegiatan diakhiri dengan mencoba menerbangkan pesawat kertas mereka secara bergantian. Suasana kelas menjadi sangat meriah karena anak-anak merasa bangga melihat hasil karyanya dapat “terbang”. Pembelajaran praktik seperti ini membantu santri memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Dengan kegiatan ini, santri belajar bahwa memahami pelajaran tidak selalu melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Pembelajaran transportasi udara menjadi lebih bermakna karena dipadukan dengan kreativitas dan permainan edukatif. Diharapkan pengalaman sederhana ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, imajinasi, serta kecintaan santri terhadap proses belajar yang menyenangkan di TK Akhlak Cendekia Muslim.
"Melalui kegiatan ini, santri belajar bahwa memahami pelajaran tidak selalu melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Pembelajaran transportasi udara menjadi lebih bermakna karena dipadukan dengan kreativitas dan permainan edukatif," tutup ustadzah.