Dari Mimbar Kecil Menuju Akhlak Besar: Muhadarah Jumat Melatih Keberanian Santri

Dari Mimbar Kecil Menuju Akhlak Besar: Muhadarah Jumat Melatih Keberanian Santri

Sijunjung, Jum’at, 13 Februari 2026. Muhadarah Jumat, sarana pembentukan karakter santri. Kegiatan Muhadarah Jumat merupakan kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat oleh seluruh santri Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Kegiatan ini berisi rangkaian ibadah lisan yang dimulai dari pembacaan shalawat bersama, penyampaian kultum oleh santri, hingga pembacaan Asmaul Husna secara berjamaah. Seluruh santri dari berbagai jenjang di Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim mengikuti kegiatan dengan bimbingan ustadz dan ustadzah.

Kegiatan Muhadarah Jumat dilaksanakan di lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Sijunjung, pada tempat yang telah disiapkan sebagai area berkumpul bersama. Suasana kebersamaan terasa hangat karena seluruh santri duduk rapi dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Santri kelas 1 berperan sebagai petugas utama yang memimpin dan mengatur jalannya kegiatan, mulai dari pembukaan hingga penutup. Mereka belajar memimpin, mengatur acara, dan bekerja sama dengan teman-teman mereka.

Muhadarah Jumat bertujuan membiasakan santri menghidupkan lisan dengan dzikir, melatih keberanian tampil, serta menanamkan nilai dakwah sejak dini. Sistem penanggung jawab bergiliran diterapkan agar setiap santri memiliki kesempatan belajar memimpin, mengatur acara, dan bekerja sama. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku yang aktif. Mereka belajar menyampaikan pesan kebaikan, menghargai teman yang tampil, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan dimulai dengan santri kelas 1 sebagai petugas membuka acara dan memimpin pembacaan shalawat bersama. Seluruh santri mengikuti dengan penuh semangat sehingga suasana menjadi hidup dan hangat. Setelah itu beberapa santri tampil satu per satu menyampaikan kultum singkat bertema akhlak, adab kepada orang tua, serta kebiasaan baik sehari-hari. Santri lain menyimak dengan tertib sementara ustadz dan ustadzah memberikan arahan serta motivasi agar mereka berani dan percaya diri.

"Muhadarah Jumat bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga sarana pembentukan karakter santri secara menyeluruh. Melalui kesempatan menjadi petugas, santri belajar memimpin dan bertanggung jawab. Melalui kultum, mereka belajar menyampaikan kebaikan. Melalui dzikir bersama, mereka belajar menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah," demikian penjelasan yang diberikan. Diharapkan pembiasaan ini mampu melahirkan generasi yang berani, berakhlak mulia, serta siap menjadi penyampai pesan kebaikan di tengah masyarakat. Dengan latihan kecil yang dilakukan secara konsisten, santri perlahan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak usia dini.