Jumat Berkah, Guru Bertumbuh: Lokakarya Internal Guru Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Hari Kedua Perkuat Spirit Pendidikan Berbasis Adab dan Keteladanan
Hari Jumat, 3 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam melaksanakan hari kedua Lokakarya Internal Guru Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Tahun 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan Jumat Berkah dan merupakan bagian dari rangkaian persiapan menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Lokakarya diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, termasuk guru KB, TK, SD, SMP, kepala sekolah, tim manajemen pendidikan, dan pengurus yayasan. Mereka hadir dengan penuh semangat dan kesungguhan untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat karakter sebagai pendidik.
Materi utama lokakarya disampaikan oleh Ustadzah Novita Jurniati, yang membahas tentang Kurikulum Iqtida ar-Rasul Integrasi Gwinfil. Materi ini mengajak para guru untuk memahami bagaimana mengintegrasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam proses pembelajaran dan memahami karakter peserta didik melalui pendekatan Gwinfil.
Pelaksanaan lokakarya pada hari Jumat memberikan makna yang lebih mendalam. Selain mengikuti pembinaan profesional, para guru juga diajak menjadikan aktivitas belajar sebagai bagian dari ibadah. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas mengajar, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amanah sebagai pendidik.
Kegiatan ini mencerminkan filosofi pendidikan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim bahwa keberhasilan sekolah lahir dari guru yang memiliki keseimbangan antara kompetensi profesional, kematangan spiritual, dan keluhuran akhlak. Oleh karena itu, lokakarya ini menjadi sangat penting dalam mempersiapkan para guru untuk menghadapi Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Lokakarya diawali dengan pembukaan dan refleksi mengenai makna Jumat sebagai hari yang penuh keberkahan. Selanjutnya, Ustadzah Novita Jurniati menyampaikan materi mengenai Kurikulum Iqtida ar-Rasul Integrasi Gwinfil melalui pemaparan konsep, diskusi interaktif, studi kasus, dan berbagi pengalaman implementasi di kelas.
Para guru diajak memahami bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam setiap proses pembelajaran serta bagaimana pendekatan Gwinfil membantu mengenali potensi dan karakter unik setiap peserta didik. Mereka juga mengikuti diskusi kelompok, refleksi bersama, dan penyusunan langkah-langkah implementasi kurikulum yang akan diterapkan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para guru menunjukkan semangat tinggi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik yang profesional sekaligus menjadi teladan dalam akhlak dan nilai-nilai Islam.
Suasana penuh kekeluargaan, semangat belajar, dan refleksi diri tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para guru mengikuti setiap sesi dengan antusias, berdiskusi secara aktif, berbagi pengalaman mengajar, serta memperkuat komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan mereka hadirkan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Momentum Jumat Berkah yang bertepatan dengan hari kedua Lokakarya Internal Guru Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari guru-guru yang senantiasa memperbaiki diri, memperdalam ilmu, dan menjaga adab dalam setiap langkah pengabdiannya.
Melalui pembinaan yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, para guru dipersiapkan tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk menjadi inspirasi bagi setiap santri. Penguatan kompetensi melalui Kurikulum Iqtida ar-Rasul Integrasi Gwinfil menjadi bagian dari ikhtiar yayasan dalam menghadirkan pembelajaran yang berpihak kepada kebutuhan peserta didik tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama pendidikan.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim optimis dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa keberkahan bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Hal ini dapat dicapai dengan memiliki guru-guru yang berilmu, beradab, dan berkomitmen tinggi.
Dalam kesempatan ini, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim kembali menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan dimulai dari kualitas pendidiknya. Guru yang memiliki ilmu, adab, kepedulian, dan semangat belajar akan mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang penuh keberkahan.
Semoga semangat Jumat Berkah ini menjadi energi baru bagi seluruh guru Sekolah Akhlak Cendekia Muslim untuk terus belajar, terus bertumbuh, dan terus mengabdi dengan penuh keikhlasan. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat memberikan yang terbaik bagi para santri dan membantu mereka mencapai potensi maksimal.