Tanamkan Kebiasaan Salat Dhuha sebagai Fondasi Karakter Santri Sejak Dini, hari Kedua MATSALIM 2026, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Tanamkan Kebiasaan Salat Dhuha sebagai Fondasi Karakter Santri Sejak Dini, hari Kedua MATSALIM 2026, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Pembiasaan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai bagian dari hari kedua pelaksanaan Masa Taaruf Santri (MATSALIM) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini melibatkan seluruh santri baru jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Akhlak Cendekia Muslim.

Pembiasaan Salat Duha menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian MATSALIM sebagai bentuk pengenalan budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sejak pagi hari, seluruh santri diarahkan untuk melaksanakan Salat Duha bersama sebelum mengikuti berbagai kegiatan orientasi lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang akan terus diterapkan selama santri menjalani pendidikan di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Melalui pembiasaan tersebut, santri mulai belajar mengenai pentingnya disiplin waktu, menjaga adab dalam beribadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menjadikan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pembiasaan Salat Duha juga menjadi sarana memperkenalkan budaya sekolah yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan spiritual, sehingga proses belajar tidak hanya menghasilkan santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan iman dan akhlak. Peran ustadz dan ustadzah sangat penting dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya mengarahkan pelaksanaan Salat Duha, tetapi juga memberikan contoh secara langsung mengenai adab beribadah, tata cara salat yang benar, serta pentingnya menjaga kekhusyukan ketika menghadap Allah SWT.

Pembiasaan Salat Sunah Duha dilaksanakan di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Kabupaten Sijunjung. Masjid atau musala sekolah menjadi pusat kegiatan ibadah yang setiap harinya akan digunakan oleh santri untuk melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan. Lingkungan yang religius, bersih, dan nyaman mendukung terciptanya suasana ibadah yang khusyuk dan penuh ketenangan.

Pelaksanaan pembiasaan Salat Duha berlangsung secara tertib, khusyuk, dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan pengarahan dari ustadz dan ustadzah mengenai keutamaan Salat Duha serta adab memasuki tempat ibadah. Selanjutnya, seluruh santri diarahkan untuk mengambil wudu dengan tertib sebelum melaksanakan salat berjamaah.

Pembiasaan Salat Duha memiliki makna yang sangat penting dalam proses pendidikan karakter di Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan meyakini bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari kedekatannya kepada Allah SWT, kualitas ibadahnya, serta akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembiasaan ibadah menjadi bagian penting dari kurikulum pembinaan karakter yang diterapkan sejak awal santri memasuki sekolah.

Melalui Salat Duha, santri dibimbing untuk membangun kedisiplinan, keikhlasan, tanggung jawab, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebiasaan ini juga mengajarkan bahwa setiap ilmu yang dipelajari hendaknya diawali dengan doa dan ibadah agar memperoleh keberkahan. Selain membentuk karakter spiritual, pembiasaan Salat Duha juga memperkuat budaya sekolah yang religius.

Santri belajar bahwa keberhasilan belajar harus diiringi dengan ikhtiar, doa, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan memulai pembiasaan ini sejak MATSALIM, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap nilai-nilai tersebut akan terus tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap santri.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, akhlak, dan spiritualitas dalam setiap aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu, pembiasaan ibadah sejak masa orientasi menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang religius, disiplin, dan penuh keberkahan.

Hari kedua Masa Taaruf Santri (MATSALIM) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam menanamkan kebiasaan ibadah kepada seluruh santri baru. Pembiasaan Salat Sunah Duha sejak awal masa orientasi menunjukkan bahwa pendidikan di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim dibangun di atas keseimbangan antara penguatan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, dan peningkatan kualitas spiritual.

Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya belajar mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT melalui ibadah yang dilakukan secara rutin. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ibadah diharapkan tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka, baik di sekolah maupun di rumah.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim percaya bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, setiap pembiasaan yang dilakukan sejak MATSALIM menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk pribadi santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang dekat kepada Allah SWT, beradab dalam pergaulan, serta siap menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Dengan demikian, pembiasaan Salat Sunah Duha merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun karakter santri yang kuat dan berkualitas. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter para santrinya, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.