Serunya Belajar Herbalis di Saung: Siswa Kelas 2 Umar bin Khattab Membuat Jus Alpukat
Jumat, 6 Februari 2026, siswa kelas 2 Umar bin Khattab SD Akhlak Cendekia Muslim melaksanakan kegiatan praktik herbalis dengan mempelajari kandungan buah alpukat melalui pembuatan jus alpukat secara bersama-sama di saung lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas 2 Umar bin Khattab dengan bimbingan ustadzah pendamping. Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan kandungan gizi buah alpukat, menanamkan pola hidup sehat sejak dini, serta memberikan pengalaman belajar kontekstual agar santri memahami manfaat makanan sehat melalui praktik langsung.
Santri terlebih dahulu diperkenalkan manfaat dan kandungan nutrisi alpukat seperti vitamin, serat, dan lemak baik. Selanjutnya mereka bersama-sama mengupas, memotong, dan mengolah alpukat menjadi jus. Suasana belajar di saung membuat kegiatan terasa santai dan menyenangkan. Santri tampak antusias bekerja sama hingga akhirnya menikmati jus alpukat hasil buatan mereka sendiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran herbalis dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Ustadzah Zilalil (Dzah Iya) mengatakan, "Melalui praktik langsung seperti membuat jus alpukat, anak-anak lebih mudah memahami bahwa makanan sehat itu bukan hanya teori. Mereka melihat, menyentuh, mengolah, lalu merasakan manfaatnya. Praktek herbalis jadi lebih hidup dan bermakna." Ustadzah Dela menambahkan, "Kegiatan di saung membuat suasana belajar lebih santai dan menyenangkan. Anak-anak tampak berani mencoba, bekerja sama, dan bangga dengan hasilnya. Dari sini kami ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini."
Melalui praktik herbalis ini, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang gizi, tetapi juga pengalaman belajar nyata yang menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, serta kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah dasar. Dengan demikian, diharapkan santri dapat mempraktekan pola hidup sehat dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitar.