Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Perkuat Komitmen Mewujudkan Generasi Berakhlak, Terlindungi, dan Berprestasi

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Perkuat Komitmen Mewujudkan Generasi Berakhlak, Terlindungi, dan Berprestasi

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, termasuk santri KB Akhlak Cendekia Muslim, TK Akhlak Cendekia Muslim, SD Akhlak Cendekia Muslim, SMP Akhlak Cendekia Muslim, ustadz, ustadzah, kepala satuan pendidikan, pengurus yayasan, dan orang tua atau wali santri.

Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensinya. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, ramah anak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan di seluruh lingkungan pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan membentuk karakter Islami, akhlak mulia, rasa percaya diri, kepedulian sosial, dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.

Melalui berbagai kegiatan edukatif dan pembiasaan karakter, santri diajak memahami pentingnya menjaga diri, menghormati sesama, serta mengembangkan potensi yang dimiliki sejak usia dini. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berupaya mencetak generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Peringatan Hari Anak Nasional di lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dilaksanakan melalui penyampaian edukasi mengenai hak-hak anak, penguatan pendidikan karakter, pembiasaan akhlak mulia, serta kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan ramah anak. Ustadz dan ustadzah mengajak santri berdiskusi tentang pentingnya saling menghargai, menjaga diri, menghormati teman, serta membangun budaya sekolah yang penuh kasih sayang.

Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan kegiatan belajar sehari-hari sehingga pesan Hari Anak Nasional dapat dipahami dan diterapkan secara nyata oleh para santri. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap bahwa melalui kegiatan ini, santri dapat menjadi generasi yang cerdas, sehat, kreatif, terlindungi, serta siap menghadapi masa depan dengan iman, ilmu, dan akhlak sebagai landasan utama kehidupan.

Sebelum peringatan Hari Anak Nasional, suasana belajar yang penuh semangat dan keceriaan tampak menghiasi ruang kelas Kelompok Bermain (KB) dan TK A Akhlak Cendekia Muslim. Para santri mengikuti aktivitas menyambungkan satu titik ke titik lainnya hingga membentuk sebuah garis, yang memiliki manfaat besar dalam mengembangkan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta kesiapan anak untuk belajar menulis di masa mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang dirancang secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, setiap proses pembelajaran disusun dengan pendekatan yang menyenangkan sehingga santri dapat belajar melalui pengalaman langsung, bermain, dan bereksplorasi tanpa merasa terbebani.

Para santri memasuki kelas dengan wajah ceria dan diawali dengan doa bersama, murojaah hafalan pendek, dan ice breaking. Ustadzah memperkenalkan lembar kerja yang berisi sejumlah titik-titik yang harus dihubungkan secara berurutan hingga membentuk garis. Dengan penuh rasa ingin tahu, para santri memperhatikan contoh yang diberikan sebelum mulai mengerjakan tugas masing-masing.

Menggunakan pensil yang telah dipersiapkan, satu per satu santri mulai menghubungkan titik demi titik dengan hati-hati. Sebagian besar terlihat sangat fokus mengikuti arah garis yang telah ditentukan, sementara ustadzah dengan sabar mendampingi setiap anak yang masih membutuhkan bantuan. Sesekali terdengar ungkapan kegembiraan ketika mereka berhasil menyelesaikan satu pola dengan rapi.

Melalui aktivitas tersebut, santri tidak hanya belajar menggambar garis, tetapi juga melatih kemampuan mengendalikan gerakan tangan, meningkatkan konsentrasi, mengenali arah, serta belajar menyelesaikan tugas hingga tuntas. Kegiatan sederhana ini menjadi pondasi penting sebelum anak memasuki tahap belajar menulis huruf, angka, maupun berbagai bentuk lainnya.

Menurut para ustadzah, latihan menyambungkan titik merupakan salah satu metode efektif dalam mengembangkan kesiapan belajar anak usia dini. Selain membantu memperkuat otot-otot jari dan pergelangan tangan, aktivitas ini juga melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim meyakini bahwa proses belajar pada jenjang PAUD harus mengutamakan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Oleh karena itu, setiap kegiatan pembelajaran dikemas secara kreatif agar mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan, mulai dari kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional, hingga pembentukan karakter Islami.

Di sela-sela kegiatan, ustadzah terus memberikan motivasi dan apresiasi kepada setiap santri atas usaha yang mereka lakukan. Tidak ada perbandingan hasil antar anak, melainkan penghargaan terhadap proses belajar masing-masing. Pendekatan yang penuh kasih sayang ini membuat santri merasa percaya diri dan semakin bersemangat untuk terus mencoba.

Kegiatan belajar berlangsung dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Para santri tampak menikmati setiap proses pembelajaran sambil berinteraksi dengan teman-temannya. Di akhir kegiatan, mereka memperlihatkan hasil pekerjaan kepada ustadzah dengan penuh rasa bangga. Hasil karya tersebut kemudian diberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan ketekunan mereka selama belajar.

Melalui pembelajaran seperti ini, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Setiap aktivitas dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, disiplin, dan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia emas perkembangan mereka.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi pengingat bahwa setiap anak adalah amanah yang harus dijaga, dididik, dan dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Melalui tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter Islami, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan.

Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim optimis dapat mencetak generasi Qur'ani yang cerdas,