Meramu Tradisi dalam Inovasi: Santri Kelas 1 Abu Bakar As-Siddiq Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Eksplorasi Khasiat Beras Kencur Lewat Gamifikasi
SIJUNJUNG, Suasana belajar di kelas 1 Abu Bakar As-Siddiq, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, tampak sangat dinamis dan penuh energi pada Kamis pagi (2/4/2026). Alih-alih terpaku pada buku teks konvensional, para santri cilik ini justru sedang asyik bereksplorasi mengenal kekayaan alam nusantara. Fokus pembelajaran hari ini adalah mengenal tanaman kencur serta khasiat jamu beras kencur bagi kesehatan tubuh melalui pendekatan teknologi yang menyenangkan.
Pembelajaran tematik yang mengangkat kearifan lokal ini merupakan bagian dari visi besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) dalam menghadirkan pendidikan yang kontekstual dan relevan. Yayasan meyakini bahwa pengenalan pola hidup sehat sejak dini adalah investasi karakter yang sangat berharga bagi masa depan santri, terutama dalam membangun kesadaran akan konsumsi produk yang halalan thayyiban.
Ada yang istimewa dalam metode penyampaian materi kali ini. Guna memastikan pesan kesehatan tersampaikan dengan efektif kepada anak-anak usia kelas 1 SD, para pendidik menggunakan media pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Melalui wahana permainan edukatif yang dirancang khusus, para santri diajak untuk "berburu" informasi mengenai ciri-ciri fisik kencur hingga rahasia di balik segarnya segelas jamu beras kencur.
Penggunaan elemen gamifikasi ini terbukti ampuh dalam memicu inisiatif dan semangat belajar para santri secara alami. Mereka tampak berlomba-lomba menyelesaikan tantangan dalam permainan tersebut, yang secara tidak langsung menanamkan pemahaman mendalam tentang manfaat kencur sebagai penambah nafsu makan, obat batuk alami, hingga penjaga imunitas tubuh di masa transisi cuaca.
"Kami ingin mengubah paradigma bahwa belajar tentang kesehatan atau tanaman obat itu membosankan. Dengan media game, anak-anak merasa sedang bermain, padahal mereka sedang menyerap ilmu pengetahuan yang sangat penting. Inisiatif mereka muncul secara spontan saat mencoba memecahkan level-level dalam permainan tersebut," ujar salah seorang ustadzah pengajar di kelas 1 Abu Bakar As-Siddiq.
Keberhasilan metode pembelajaran inovatif ini tidak lepas dari bimbingan intensif para ustadzah pendamping kelas. Menyadari bahwa santri kelas 1 masih berada dalam tahap perkembangan transisi dan membutuhkan arahan detail, ustadzah pendamping hadir secara personal di setiap barisan meja.
Ustadzah pendamping berperan penting dalam memfasilitasi santri saat berinteraksi dengan media game, sekaligus memberikan penjelasan tambahan yang lebih mendalam secara tatap muka. Bimbingan ini memastikan bahwa antusiasme santri dalam bermain tetap terarah pada tujuan pembelajaran inti dan tidak kehilangan adab saat berkompetisi dengan teman sejawat. Pendekatan kasih sayang dan kesabaran yang ditunjukkan para pendidik menciptakan ruang aman bagi santri untuk berani bertanya dan bereksplorasi lebih jauh.
Pihak Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung terus mendorong para pengajar untuk melakukan terobosan kreatif dalam proses belajar mengajar. Yayasan memandang bahwa penggabungan antara nilai-nilai tradisional (seperti jamu) dengan teknologi modern (seperti alat peraga digital) adalah kunci pendidikan masa depan yang berakar pada jati diri bangsa.
"Di YPCM Sijunjung, kami berkomitmen mencetak generasi 'Cendekia' yang sehat fisiknya dan mulia akhlaknya. Mengenalkan jamu beras kencur kepada santri kelas 1 adalah upaya kami menjaga warisan budaya bangsa sekaligus mengedukasi mereka tentang gaya hidup sehat. Kami sangat mendukung penggunaan media interaktif karena sangat efektif untuk menstimulasi keaktifan santri," ungkap perwakilan manajemen yayasan saat meninjau aktivitas kelas.
Kegiatan belajar hari ini ditutup dengan sesi apresiasi bagi para santri yang menunjukkan inisiatif tinggi dan ketelitian selama proses pembelajaran. Melalui langkah inovatif di kelas 1 Abu Bakar As-Siddiq ini, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung berharap dapat menumbuhkan kecintaan santri pada kekayaan alam nusantara dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Dengan bimbingan yang tepat dan metode yang menyenangkan, YPCM Sijunjung terus membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan unggulan di Sijunjung yang mampu menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kearifan lokal, demi melahirkan generasi muslim yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah.