Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia Menurut Pandangan Islam

Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia Menurut Pandangan Islam

Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus bukan hanya menjadi momentum sejarah bagi bangsa, tetapi juga pengingat akan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi terbebas dari penjajahan. Bagi umat Islam, peringatan ini dapat dimaknai lebih dari sekadar perayaan, tetapi juga wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan.

1. Kemerdekaan sebagai Nikmat Allah

Dalam Islam, kemerdekaan termasuk salah satu nikmat besar yang harus disyukuri. Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur atas nikmat kemerdekaan dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, memanfaatkan kebebasan untuk beribadah dengan tenang, serta mengisinya dengan amal yang bermanfaat bagi bangsa.

2. Menghormati dan Mendoakan Para Pahlawan

Islam mengajarkan kita untuk menghormati orang-orang yang berjasa. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Tirmidzi)

Mendoakan para pahlawan yang telah gugur, mengingat jasa mereka, serta melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang relevan di masa kini merupakan bagian dari memuliakan jasa mereka.

3. Cara Memeriahkan Kemerdekaan Menurut Islam

Memeriahkan Hari Kemerdekaan hendaknya dilakukan dengan cara yang bermanfaat, tidak melanggar syariat, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Beberapa bentuk kegiatan yang sesuai dengan ajaran Islam antara lain:

  • Upacara dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

  • Lomba dan kegiatan sosial yang mendidik, seperti bakti lingkungan, santunan anak yatim, atau gotong royong.

  • Kajian dan ceramah kebangsaan yang mengaitkan nilai kemerdekaan dengan ajaran Islam.

  • Menanamkan nilai persatuan tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama, sebagaimana ajaran ukhuwah dalam Islam.

4. Menjaga Persatuan dan Perdamaian

Islam mengajarkan pentingnya persatuan umat dan larangan untuk bercerai-berai. Allah SWT berfirman:

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” (QS. Ali Imran: 103)

Semangat kemerdekaan hendaknya menjadi pendorong untuk menjaga ukhuwah dan persaudaraan sesama warga bangsa.

5. Memaknai Kemerdekaan dengan Iman dan Amal

Kemerdekaan yang sejati adalah terbebas dari segala bentuk perbudakan, baik secara fisik maupun jiwa. Seorang Muslim merdeka dari syirik, kemaksiatan, dan segala hal yang menjauhkan dari ridha Allah. Maka, memperingati kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat tekad untuk menjadi hamba Allah yang taat dan warga negara yang bermanfaat.

Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia menurut pandangan Islam berarti mengisinya dengan rasa syukur, kegiatan bermanfaat, doa untuk bangsa, dan menjaga persatuan. Perayaan yang disertai nilai-nilai keislaman akan membuat kemerdekaan semakin bermakna, bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa kebebasan adalah amanah yang harus dijaga.