Inovasi Pembelajaran Sirah Nabawiyah: Santri SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Asah Fokus Lewat Game Edukasi "Keseimbangan Pena"

Inovasi Pembelajaran Sirah Nabawiyah: Santri SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Asah Fokus Lewat Game Edukasi "Keseimbangan Pena"

SIJUNJUNG, Suasana di ruang kelas VII SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026, tampak sangat dinamis dan penuh tawa, namun tetap dalam kendali disiplin yang tinggi. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, para santri justru terlihat sangat serius menjaga sebuah pena agar tetap berdiri seimbang di atas tangan mereka. Ini bukan sekadar permainan biasa, melainkan sebuah inovasi media pembelajaran game edukasi yang diterapkan dalam mata pelajaran Sirah Nabawiyah.

Inovasi ini digagas oleh Ustadzah Nisa, selaku ustadzah pengampu mata pelajaran Sirah Nabawiyah, untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, menantang, dan menyenangkan (joyful learning). Metode ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam menghadirkan standar pendidikan yang kreatif dan tidak membosankan bagi para santri di Kabupaten Sijunjung.

Game edukasi yang dimainkan pagi ini berfokus pada dua aspek utama: keseimbangan fisik dan fokus mental. Aturannya sederhana namun menantang: setiap santri diminta untuk menjaga keseimbangan sebuah pena di atas jari atau punggung tangan mereka selama penjelasan materi berlangsung. Tantangan utamanya adalah, apabila pena tersebut jatuh, maka santri yang bersangkutan akan diberikan pertanyaan mendalam terkait materi Sirah Nabawiyah yang sedang dibahas oleh Ustadzah Nisa.

Ustadzah Nisa menjelaskan bahwa penggunaan media game ini bertujuan untuk mengikat perhatian santri agar tetap fokus pada materi sejarah perjuangan Rasulullah SAW.

 

"Sirah Nabawiyah adalah materi yang sarat akan nilai dan peristiwa penting. Dengan game 'Keseimbangan Pena' ini, santri dipaksa untuk melatih konsentrasi ganda—menjaga pena tetap stabil sekaligus menyimak penjelasan saya. Jika pena jatuh, itu adalah sinyal bahwa fokus mereka terpecah, dan di sanalah evaluasi berupa pertanyaan diberikan," ujar Ustadzah Nisa di sela-sela kegiatan kelas.

 

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun sangat beragam, mulai dari silsilah keluarga Nabi, peristiwa di Gua Hira, hingga strategi dakwah di Makkah. Menariknya, para santri justru merasa tertantang dan tidak takut jika pena mereka jatuh, karena momen menjawab pertanyaan menjadi ajang pembuktian pemahaman mereka di depan teman-teman sekelas.

Penerapan metode kreatif di tingkat SMP ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan menyadari bahwa santri tingkat menengah membutuhkan pendekatan yang lebih aktif agar pesan-pesan sejarah Islam dapat terinternalisasi dengan baik dalam karakter mereka.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam kunjungannya ke Sijunjung menyatakan bahwa fasilitas dan metode pengajaran harus terus berkembang.

"Kami di Sijunjung berupaya memfasilitasi para ustadz dan ustadzah untuk berinovasi. Pembelajaran Sirah Nabawiyah dengan media game ini membuktikan bahwa materi agama bisa disampaikan secara modern dan seru. Kami ingin santri Akhlak Cendekia Muslim tidak hanya hafal sejarah, tapi memiliki ketajaman berpikir dan fokus yang kuat seperti para sahabat nabi terdahulu," tegas Ketua Yayasan.

Dukungan infrastruktur, seperti ruang kelas yang nyaman dan lingkungan sekolah yang kondusif di Jalan Cendekia Muslim, turut mendukung kelancaran praktik game edukasi ini. Sinergi antara perangkat Nagari, Bapak Jorong Pale, dan pihak sekolah dalam menjaga ketenangan lingkungan sekolah memberikan ruang bagi santri untuk berkonsentrasi penuh dalam setiap sesi pembelajaran.

Meskipun santri SMP sedang menjalani aktivitas pembelajaran yang sangat intens dan membutuhkan fokus tinggi pada hari Kamis ini, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim tetap menjaga keseimbangan ritme pendidikan secara keseluruhan. Manajemen yayasan sangat teliti dalam mengatur beban aktivitas santri sesuai dengan jenjang usianya.

Sebagai bagian dari kebijakan manajemen yang humanis, yayasan tetap mempertahankan jadwal khusus bagi santri di jenjang yang lebih muda. Dalam sistem operasional Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, terdapat kebijakan libur pada hari Sabtu khusus bagi santri Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim.

Kebijakan libur Sabtu bagi santri KB ini bertujuan untuk memberikan waktu pemulihan fisik dan mental bagi anak usia dini, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan waktu berkualitas bersama keluarga. Dengan adanya waktu istirahat yang cukup di akhir pekan, stamina para santri terjaga dengan baik. Hal ini berdampak pada antusiasme mereka saat kembali ke sekolah di hari-hari efektif seperti Kamis ini, di mana mereka dapat melihat kakak-kakak SMP beraktivitas dengan penuh semangat.

Kegiatan pembelajaran Sirah Nabawiyah di SMP Akhlak Cendekia Muslim pada Kamis, 6 Agustus 2026 ini diakhiri dengan sesi refleksi. Ustadzah Nisa mengajak para santri memaknai bahwa menjaga keseimbangan pena laksana menjaga amanah dan fokus dalam menjalankan syariat Islam.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui inovasi pembelajaran yang terus digulirkan di Sijunjung, akan lahir generasi cendekia yang memiliki konsentrasi tinggi, cerdas secara intelektual, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap sejarah Islam. Setiap pena yang berdiri seimbang hari ini adalah simbol dari tegaknya prinsip dan ilmu yang sedang dibangun oleh para santri untuk masa depan peradaban.