Hari ke-20 Ramadan: Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir dengan Ibadah dan Harapan Lailatul Qadar
Bulan Ramadan memasuki hari ke-20, menandai dimulainya sepuluh malam terakhir yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Di lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, para santri dan ustadz memanfaatkan momentum ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar karena pada malam-malam tersebut terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan bagi hamba-hamba Allah yang beribadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai amalan ibadah. Bagi para santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, momentum ini menjadi kesempatan untuk belajar memperbanyak ibadah serta memahami pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para santri menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah yang dibimbing oleh ustadz dan ustadzah. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: tadarus Al-Qur’an bersama, shalat berjamaah di mushola yayasan, memperbanyak dzikir dan doa, murojaah hafalan Al-Qur’an, serta kajian Islami yang menambah pemahaman tentang keutamaan Ramadan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, para santri belajar untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Momentum sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga bagi para santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim yang religius memberikan kesempatan bagi para santri untuk belajar mengamalkan ajaran Islam secara langsung melalui berbagai kegiatan ibadah. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang mulia, serta kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Karena sepuluh malam terakhir Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk generasi yang beriman serta berakhlak mulia.